ekspor biji kopi Indonesia

Harga Ekspor Kopi Naik 3 Kali Lipat?? Cek Disini!

Harga kopi asal Indonesia di pasar ekspor saat ini meningkat tajam, bahkan naik sampai tiga kali lipat karena negara lain yang menjadi kompetitor kopi Indonesia menghadapi kendala iklim.

Faktor Kenaikan Harga Kopi Indonesia

Co-founder sekaligus CEO dari Catur Coffee Company, Mikael Jasin mengatakan, saat ini negara penghasil kopi seperti Brazil sedang memasuki musim dingin sehingga produksi kurang maksimal. “Ethiopia juga menghadapi masalah di negara sedangkan kontainer kopi dari Kolombia tidak bisa keluar karena tingginya harga ekspedisi imbas Covid-19,” kata Mikael.

Kondisi ini membuat hanya produk kopi Arabika asal Indonesia yang bisa dijual dan karena permintaannya tinggi sementara barangnya langka membuat harganya tinggi.

Dikatakan, harga kopi Indonesia memang terkadang pasang surut. “Tahun 2018 lalu sempat krisis sehingga membuat harga turun banget rendah, sementara saat covid harga stabil,” katanya.

Harga kopi dari Indonesia terbilang mahal bila dibandingkan dengan kopi dari negara lain. Hal tersebut diakui oleh Rinaldi Nurpratama, pemilik Dua Coffee.

“Di Amerika itu kalau beli kopi dari Ethiopia atau Kolombia ya, sampai depan pintu harganya empat sampai lima dollar (AS) per kilogram,” kata Rinaldi.

Sementara harga kopi Indonesia di Amerika bisa mencapai 8-10 dollar AS per kilogram.

 

Kualitas Kopi Indonesia dan Efek Pandemi

Menurut Rinaldi, ada beberapa alasan harga kopi Indonesia mahal. Salah satunya adalah kualitas kopi yang dihasilkan.

Di Indonesia kopi ditanam di berbagai daerah, menyesuaikan kebutuhan tanam setiap jenis kopi. Kopi arabika memerlukan lokasi tanam di tanah dengan ketinggian minimum 1.000 meter di atas permukaan laut, sedangkan kopi robusta dapat ditanam di ketinggian di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut. “Kopi kita masih (ditanam) di lereng gunung. Jadi kenapa salah satunya mahal juga karena memang petaninya itu harus naik cukup sulit,” kata Rinaldi.

Rasa kopi Indonesia yang spesifik juga memengaruhi harganya menjadi mahal.

Hasil panen kopi dari Jawa Barat umumnya memiliki rasa cenderung manis dengan keasamaan yang tinggi. Sementara kopi dari Sumatera mempunyai rasa kopi yang kuat serta cocok dicampur dengan gula dan susu.

Terakhir, harga kopi Indonesia yang terbilang mahal di luar negeri juga dipengaruhi oleh pengiriman, terlebih saat pandemi Covid-19.

Rinaldi mengatakan, selama pandemi Covid-19, Indonesia memiliki banyak permintaan kopi. Namun, jumlah pasokannya sedikit. “Karena Brasil mengalami gagal panen cukup besar, jadi semuanya melebar. Indonesia pun jadi banjir pembeli. Namun karena barang kita terbatas, jadi agak kesulitan juga,” katanya.

Dampak pandemi Covid-19 bisa terlihat dari harga biji kopi dari petani yang meningkat hingga dua kali lipat.

“Buah merahnya itu Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogram, jadi sudah mahal banget. Bahkan sudah ada yang Rp 16.000 yang tadinya itu Rp 8.000-9.000,” kata Rinaldi.

 

Ekspor Kopi Indonesia Capai US$842 Juta pada 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor kopi dari Indonesia mencapai US$842,52 juta dengan volume sebanyak 380.173 ton pada 2021. Jumlah itu meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya yang senilai US$809,16 juta dengan volume 375.555 ton.

Adapun, ekspor kopi paling banyak menuju Amerika Serikat senilai US$194,76 juta dengan volume sebanyak 57.694 ton. Setelahnya ada Mesir dengan nilai US$89,08 juta dan volume sebanyak 48.521 ton.  Kemudian, ekspor kopi Indonesia ke Jepang senilai US$61,89 juta dengan volume 25.136 ton. Sedangkan, ekspor kopi dari dalam negeri ke Spanyol sebesar US$57,54 juta dengan volume sebesar 33.041 ton. Sebagai catatan, ekspor kopi yang digunakan dalam data ini hanya berdasarkan tarif pos (HS) 09011110 dan 090111190. HS tersebut hanya untuk kopi yang tidak digongseng dan tanpa dekafeinasi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.