pelabuhan patimban logistik pasar ekspor

Pelabuhan Patimban, Indonesia Pada Masa Depan

Pelabuhan untuk Pasar Ekspor

Kegiatan operasional di Pelabuhan Patimban Subang, Jawa Barat akan segera dibuka. Pemerintah telah menetapkan tujuan utama pembangunan Pelabuhan Patimban untuk memperbesar pasar ekspor dan mengurangi traffic existing di Tanjung Priok. Pembangunan pelabuhan tersebut diharapkan dapat menekan biaya logistik di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten hingga Jawa Tengah. Setelah diresmikan pada akhir 2020 lalu, Pelabuhan Patimban sudah melakukan beberapa kali aktivitas pelayaran. Saat ini ada rute domestik yang dilayani Patimban, Subang, Jawa Barat.

Dukungan Navigasi Kelas I

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sarana prasarana dalam rangka mendukung kegiatan operasional yang dilakukan oleh Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok. Direktur Kenavigasian Kemenhub Hengki Angkasawan menyebutkan ada beberapa hal terkait kenavigasian yang telah disiapkan. Di antaranya terkait dengan penataan alur pelayaran, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), penyampaian berita Maritime Safety Information (MSI). Juga penyiapan peta laut Indonesia, baik Electronic Nautical Charts (ENC) maupun peta laut kertas, bekerja sama dengan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (PUSHIDROSAL).

Alur pelayaran Pelabuhan Patimban telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 272 Tahun 2020 Tentang Penetapan Alur-Pelayaran, Sistem Rute, Tata Cara Berlalu Lintas, dan Daerah Labuh Kapal Sesuai dengan Kepentingannya di Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan Patimban. “Panjang alur pelayaran di Patimban ini adalah 25 NM, dengan lebar alur 160 s.d. 500 meter, serta dengan kedalaman 10 Meter LWS,” katanya.
Hengki memaparkan di alur pelayaran Patimban juga telah dilengkapi oleh 15 unit Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang terdiri atas 11 unit Pelampung Suar dan 4 pelampung suar sementara. Juga segera dilaksanakan pembangunan 3 rambu suar di Pelabuhan Patimban. Dengan keberadaan sarana prasarana terkait kenavigasian tersebut, ia berharap dapat memperlancar operasional Pelabuhan Patimban.“Sehingga pada akhirnya dapat mendukung peningkatan kinerja sistem logistik di Indonesia,” pungkasnya. Sebagai informasi Pelabuhan Internasional Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Memiliki peran strategis dalam pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat dan juga secara nasional. Saat ini pembangunan Pelabuhan Patimban memasuki Fase 1-2 (2021-2026). Meliputi pembangunan terminal peti kemas sampai dengan kapasitas 3,75 juta TEUs dan terminal kendaraan dengan kapasitas total sampai dengan 600.000 CBUs.

Pelabuhan Sebagai Gerbang

Kepala Kantor KSOP Patimban, Hery Purwanto mengungkapkan Pelabuhan Patimban saat ini melayani angkutan LDF (Long Distance Ferry). Kapal roll on – roll off atau RORO yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Saat ini rute penyeberangan yang dilakukan ke Pelabuhan Panjang di Lampung dan Pontianak.

Dengan adanya Pelabuhan Patimban, kini warga Subang dari wilayah Pantura, Jawa Barat dan sekitarnya bisa mengirim barang atau kendaraannya menuju Lampung atau Pontianak dengan lebih efisien. Tanpa harus melalui Tanjung Priok. Pengguna layanan terbanyak saat ini adalah pengiriman barang dan logistik dari Jepara dan daerah sekitarnya. Adapun rute Lampung dilayani sebanyak dua kali seminggu dan Pontianak dua minggu sekali.

Hingga saat ini, Patimban telah 59 kali melayani angkutan kendaraan. Diawali dengan penumpang naik hanya 1 (satu) orang dengan muatan 129 kendaraan di bulan Januari.

Dan penumpang turun 36 orang dan bongkar kendaraan sebanyak 29 unit. Terakhir, bulan Mei penumpang naik tercatat sebanyak 202 orang dengan muatan kendaraan sebanyak 350 unit dan penumpang turun sebanyak 172 orang dengan bongkar kendaraan sebanyak 111 unit.

Hery mengungkapkan, kapal yang tiba pada hari senin 7 Juni kemarin dari Pelabuhan Panjang dengan bongkar muatan 35 Kendaraan dan 51 orang dengan rincian Truk Gol II A 1 unit, Truk Gol IV A 1 unit, Truk Gol IV B 1 unit, Truk Gol V B 4 unit dan Truk Gok VI B 28 Unit. Peningkatan yang terjadi setiap bulannya sejak awal diresmikan menjadi sebuah petunjuk.

Pelabuhan adalah salah satu gerbang utama pintu masuknya komoditas ke suatu negara. Hal ini merupakan peran yang sangat penting bagi dunia logistik agar makin banyaknya opsi pelabuhan internasional untuk menurunkan tingkat dwelling time.

Pembangunan Pelabuhan Terus Berlanjut

Saat ini pembangunan Pelabuhan Patimban memasuki Fase 1-2 (2021-2026) yang meliputi pembangunan terminal peti kemas sampai dengan kapasitas 3,75 juta TEUs dan terminal kendaraan dengan kapasitas total sampai dengan 600.000 CBUs. Pembangunan Patimban sudah mendapat mandatori untuk dipercepat oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Untuk paket 1 telah mencapai 99,8% yang terdiri dari dermaga peti kemas 420 x 34 meter berkapasitas 250.000 TEUs, dermaga kendaraan 300 x 33 meter berkapasitas 218.000 CBU, area reklamasi 60 hektare, dan area kolam pelabuhan.

Kemudian, paket 2 yang terdiri dari pengerjaan breakwater, seawall, dan pengerukan alur pelayaran saat ini progresnya telah mencapai 91,4%.

Sementara itu, untuk pengerjaan jembatan penghubung yang masuk dalam paket 3 saat ini progresnya mencapai 69,2%. Ditargetkan pengerjaan paket telah selesai pada akhir tahun 2021.

“Untuk paket 4 pekerjaan access road sudah selesai 100%. Namun masih ada sedikit kekurangan pada sisi ramp on/ramp off menuju pelabuhan yang akan segera diselesaikan,” Ungkap BKS dalam keterangan resmi.

Selanjutnya, untuk pembangunan fase 1-2 yang terdiri dari Paket 5 dan 6 berupa pembangunan car terminal, gedung perkantoran, terminal kontainer, Menhub menargetkan selesai paling lambat pada 2023.

Sumber data :

  1. https://jabar.suara.com/read/2021/06/07/121216/
  2. https://www.cnbcindonesia.com/news/20210609193324-4-251884/

Connect with us

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.