JTTS tol UMKM

Selamat!! UMKM Diskon Sewa 50% di Tol Trans Sumatera

PT Hutama Karya (Persero) mewajibkan setiap Ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) mengakomodasi 30 persen lahan di rest area untuk Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM).

Hutama Karya Mendukung UMKM

Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen yang ditunjukkan oleh Hutama Karya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Serta memberikan sumbangan perekonomian yang signifikan di Provinsi Lampung.

Selain itu, Hutama Karya juga memberikan harga sewa tenant dengan potongan 50 persen dari harga tenant komersial kepada pegiat UMKM. Agar masyarakat sekitar JTTS mendapatkan kesempatan untuk menjalankan usaha mereka.

“Disamping itu, lalu lintas harian (LHR) di JTTS yang semakin membaik utamanya pada Desember 2021 juga berdampak pada peningkatan ekonomi khusus UMKM di rest area,” jelas Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro.

Keberhasilan aktivitas perekonomian juga memerlukan dukungan pembangunan infrastruktur dan akses konektivitas antar wilayah, terutama infrastruktur jalan dan transportasi.

Dalam hal ini, pengadaan JTTS menjadi hal vital bagi pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di Provinsi Lampung.

“Dengan adanya jalan tol, mobilitas penduduk akan meningkat. Terjadi penurunan pada biasa distribusi barang dan jasa serta makin cepatnya arus distribusi barang dan jasa,” tambah Koentjoro.

Biaya transportasi yang selama ini menjadi salah satu pengeluaran terbesar dapat ditekan pula melalui pengoperasian JTTS. Adapun aspek dukungan kelembagaan dan infrastruktur tersebut dianggap bisa meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif.

Sekilas Mengenai Jalan Tol Trans-Sumatera

Koentrjoro menilai konektivitas antar wilayah penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pasar. Untuk memberi sumbangan yang lebih signifikan bagi perekonomian Lampung, UMKM harus didorong naik kelas ke skala industri.

Salah satu jaringan yang telah terhubung adalah Tol Bakauheni-Terbanggi besar dan Terbanggi Besar-Kayu Agung. Jaringan tol ini telah mempersingkat waktu tempuh dari Lampung ke Palembang menjadi 5 jam.

JTTS yang menghubungkan Pulau Jawa menuju Pulau Sumatra juga memberikan manfaat yang signifikan bagi berbagai industri salah satunya menguntungkan industri logistik. JTTS memperlancar jalur logistik antar wilayah sehingga proses pendistribusian barang menjadi lebih cepat dan memangkas biaya angkutan yang dikeluarkan.

Di sektor pariwisata, JTTS akan mempermudah akses wisatawan menuju destinasi yang dituju yang ada di Pulau Sumatra. Secara perlahan sektor perdagangan, hotel, dan restoran mulai berbagi peran dengan sektor manufaktur dan perkebunan ke depannya akan tumbuh di sekitar JTTS.

Sebelumnya, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Tjahjo Purnomo menyampaikan, seluruh penyertaan modal negara (PMN) yang diterima Hutama Karya telah menghasilkan JTTS yang terbangun dan beroperasi sepanjang 531 Kilometer (Km).

Kehadiran JTTS diklaim memberikan dampak baik pada pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera. Pada pertengahan hingga akhir tahun 2021 sebesar 3,78 persen per tahunan (YoY).

Rinciannya, Lampung mengalami pertumbuhan sebesar 3,05 persen (YoY). Angka tersebut merupakan capaian yang cukup besar dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2020 sebesar 2,41 persen (YoY). Sedangkan pertumbuhan ekonomi lebih besar terjadi di Provinsi Riau seiring kehadiran Ruas Tol Pekanbaru-Dumai, yakni sebesar 4,10 persen pada triwulan III tahun 2021.

Ruas Jalan Tol Trans Sumatera

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebut akan ada lima ruas Jalan Tol Trans Sumatera atau JTTS yang akan beroperasi hingga akhir tahun 2021 dengan total panjang 96,6 kilometer.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Triono Junoasmono mengatakan, kelima ruas JTTS yang akan beroperasi pada akhir tahun 2021 adalah Seksi 1 Tebing Tinggi–Indrapura di ruas tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat sepanjang 20,4 kilometer dengan progres konstruksi sebesar 85,38 persen per November 2021.

Lalu ruas tol Binjai–Langsam segmen Binjai–Stabat sepanjang 12,3 kilometer, Seksi tol Pekanbaru–Bakinang sta 9–40 di ruas tol Padang–Pekanbaru dengan panjang 40 kilometer yang progress konstruksinya mencapai 75,46 persen, dan Seksi Bengkulu–Taba Penanjung di ruas tol Lubuk Linggau–Curup–Bengkulu sepanjang 17,6 kilometer dengan progres konstruksi 84,13 persen.

Ada juga Seksi 2 Seulimeum–Jantho di ruas tol Sigli–Banda Aceh sepanjang 6,3 kilometer dengan progres konstruksi saat ini mencapai 97,76 persen.

Jalan Tol Trans Sumatera sendiri memiliki total panjang 3.044 kilometer yang terdiri atas jalur utama dan jalur penghubung. Dari total panjang tersebut, ruas tol yang sudah beroperasi secara keseluruhan mencapai 673 kilometer.

Triono menambahkan, dari total panjang JTTS sepanjang 3.044 kilometer, panjang jalur utama mencapai 2.121 kilometer. Dari total panjang jalur utama tersebut, yang sudah beroperasi mencapai 651 kilometer.

Adapun, panjang jalur penghubung atau feeder sekitar 923 kilometer, di mana saat ini yang telah beroperasi mencapai 22 kilometer, yakni ruas Palembang–Sp. Indralaya.

Connect with us!

Sumber Data:

  1.  https://www.kompas.com/properti/read/
  2. https://katadata.co.id/maesaroh/finansial/
  3. https://ekonomi.bisnis.com/read/

Post Grid #4

Tips Menghindari Demurrage Dalam Pengiriman Dengan Kontainer

Tips Menghindari Demurrage Dalam Pengiriman Dengan Kontainer

logisklikMay 24, 202312 min read

Dalam dunia ekspor dan impor, kita sering mendengar adanya denda yang dikenakan kepada pemilik barang, baik dari instansi pemerintah maupun…

Become a Partner

Menjadi Mitra Logisklik?? Gampang, Mudah, Penghasilan Meningkat

Maksimalkan utilisasi trucking Anda dengan bergabung menjadi mitra kami segera. Caranya sangat mudah. Anda dapat menghubungi kami melalui whatsapp di +62-81324664616 atau email kami di cs@logisklik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *